Sabtu, 30 November 2013

KASIH TERBESAR

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya…”


Pada suatu siang, sebuah peluru mortir mendarat di sebuah panti asuhan di sebuah perkampungan kecil Vietnam. Seorang petugas panti asuhan dan dua orang anak langsung tewas, beberapa anak lainnya terluka, termasuk seorang gadis kecil yang berusia sekitar 8 tahun.

Orang-orang dari kampung tersebut segera meminta pertolongan medis dari kota terdekat. Akhirnya, seorang dokter Angkatan Laut Amerika dan seorang perawat dari Perancis yang kebetulan berada di kota itu bersedia menolong. Dengan membawa Jeep yang berisi obat-obatan dan perlengkapan medis mereka berangkat menuju panti asuhan tersebut.
Setelah melihat keadaan gadis kecil itu, dokter menyimpulkan bahwa anak tersebut sudah dalam keadaan yang sangat kritis. Tanpa tindakan cepat, anak itu akan segera meninggal kehabisan darah. Transfusi darah adalah jalan terbaik untuk keluar dari masa kritis ini.
Dokter dan perawat tersebut segera mengadakan pengujian singkat kepada orang-orang di panti asuhan – termasuk anak-anak, untuk menemukan golongan darah yang cocok dengan gadis kecil itu. Dari pengujian tersebut ditemukan beberapa orang anak yang memiliki kecocokan darah dengan gadis kecil tersebut.

Sang dokter, yang tidak begitu lancar berberbahasa Vietnam – berusaha keras menerangkan kepada anak-anak tersebut – bahwa gadis kecil itu hanya bisa ditolong dengan menggunakan darah salah satu anak-anak itu. Kemudian, dengan berbagai bahasa isyarat, tim medis menanyakan apakah ada di antara anak-anak itu yang bersedia menyumbangkan darahnya bagi si gadis kecil yang terluka parah.
Permintaan itu ditanggapi dengan diam seribu bahasa. Setelah agak lama, seorang anak mengacungkan tangannya perlahan-lahan, tetapi dalam keraguan ia menurunkan tangannya lagi, walaupun sesaat kemudian ia mengacungkan tangannya lagi.
“Oh, terima kasih,” kata perawat itu terpatah-patah. “Siapa namamu?”
“Heng,” jawab anak itu.
Heng kemudian dibaringkan ke tandu, lengannya diusap dengan alkohol, dan kemudian sebatang jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darahnya. Selama proses ini, Heng terbaring kaku, tidak bergerak sama sekali.
Namun, beberapa saat kemudian ia menangis terisak-isak, dan dengan cepat menutupi wajahnya dengan tangannya yang bebas.

“Apakah engkau kesakitan, Heng ?” tanya dokter itu. Heng menggelengkan kepalanya, tetapi tidak lama kemudian Heng menangis lagi, kali ini lebih keras. Sekali lagi dokter bertanya, apakah jarum yang menusuknya tersebut membuatnya sakit, dan Heng menggelengkan kepalanya lagi.Tetapi tangisan itu tidak juga berhenti, malah makin memilukan. Mata Heng terpejam rapat, sedangkan tangannya berusaha menutup mulutnya untuk menahan isakan tangis.Tim medis itu menjadi khawatir, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Untunglah seorang perawat Vietnam segera datang. Melihat anak kecil itu yang tampak tertekan – ia berbicara cepat dalam bahasa Vietnam. Perawat Vietnam itu mendengarkan jawaban anak itu dengan penuh perhatian, dan kemudian perawat itu menjelaskan sesuatu pada Heng dengan nada suara yang menghibur.
 

Anak itu mulai berhenti menangis – dan menatap lembut mata perawat Vietnam itu beberapa saat. Ketika perawat Vietnam itu mengangguk – tampak sinar kelegaan menyinari wajah Heng.Sambil melihat ke atas, perawat itu berkata lirih kepada dokter Amerika tersebut, “Ia mengira bahwa ia akan mati. Ia salah paham. Ia mengira anda memintanya untuk memberikan seluruh darahnya agar gadis kecil itu tetap hidup.”
 

“Tetapi kenapa ia tetap mau melakukannya ?” tanya sang perawat Perancis dengan heran.
Perawat Vietnam itu kembali bertanya kepada Heng.. dan Heng pun menjawab dengan singkat :
“Ia sahabat saya..”

sumber : http://renungan-harian.com/cerita-rohani-kristen-ilustrasi

Kamis, 28 November 2013

PANGGILAN UNTUK TURUT MENDERITA



2 Timotius 2:1-7
2:1. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Pesan yang disampaikan oleh Paulus agar kita menjadi orang-orang yang kuat (iman) oleh karena kita telah beroleh kasih karunia dari Yesus Kristus. Pada zaman paulus menulis surat ini dilator belakangi oleh penghambatan penyebaran kekristenan yang dilakukan oleh Kaisar Nero dan adanya pengajar2 yang mempengaruhi orang2 yang telah menerima Yesus dengan mengajarkan Injil yang menurut hemat Paulus berbeda dengan Injil yang diterimanya bersama2 dengan ke 12 murid.
(Sumber: Latar belakang 2 Timotius dengan sedikit pengeditan tanpa menghilangkan maksudnya).

Mengapa kita diminta untuk kuat (iman) pada zaman ini?
  1. Zaman terus berubah dengan berbagai kemajuan di bidang sains dan teknologi dan banyak orang Kristen yang lebih mengutamakan kedua hal tersebut daripada belajar Firman Tuhan.
  2. Manusia semakin pintar sehingga tidak sedikit yang mengandalkan pikirannya dalam setiap perjalanan hidupnya.
  3. Sikap manusia semakin individualis ketimbang hidup rukun dalam persekutuan antar sesama dan terhadap Tuhan.
  4. Yang paling berbahaya adalah semakin banyaknya guru-guru palsu meskipun memiliki pengetahuan tentang kitab atau berlatar belakang Theologia namun kita harus tetap waspada terhadap pengajaran yang disampaikan apakah telah sesuai dengan kehendak Allah atau berdasarkan pikirannya sendiri                    (1 Yohanes 4 :1)
Oleh sebab itulah maka Paulus ingin kita sama seperti dia yang kuat dalam iman kepada Yesus Kristus.
2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya   
      dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
  • Seorang prajurit yang baik haruslah yang memiliki integritas, loyalitas (monoloyalitas), dedikasi terhadap pemimpin/komandannya. Pemimpin/komandan kita adalah Yesus Kristus Sang Juruselamat, jadi kita harus mampu menjadi seorang prajurit yang memiliki 3 kriterira tersebut terhadap Yesus Kristus dalam iman.
  • Kita harus siap sedia memberitakan firman Allah tanpa memikirkan persoalan diri pribadi kita (egois) sebagai wujud pelayanan karena penerimaan kita (iman) terhadap Yesus Kristus, namun semata-mata hanyalah pemberitaan Firman Tuhan dengan berbagai cara sesuai dengan kehendakNya.
2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
  • Demikianlah kita akan mendapatkan mahkota kehidupan baik dibumi dan disurga bila kita menjalani seluruh proses kehidupan kita sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah.           Apakah aturan itu? Aturan itu ialah hukum taurat. (Baca: Mazmur 119:1; Roma 7:1-12, )
2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
  • Kita adalah sama seperti petani yang harus bekerja keras menaburkan firman sesuai dengan apa yang kita miliki dan kemampaun kita untuk memperoleh hasil yang berlimpah2. (Baca: Galatia 6:7)
2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.
  • Sekarang dengan iman kita percaya bahwa Yesus Kristus telah menyelamatkan kita dari dosa2 kita. Untuk itu kita harus mau berada dalam didikan Firman Tuhan agar kita beroleh hikmat dan pengertian akan hal-hal yang tidak kita ketahui dibawah pimpinan Roh Kudus. (Amsal 1:7a)

Semoga damai yang dari Allah Bapa selalu menyertai kita sekalian didalam Yesus
Kristus. Amin

MERDEKA DALAM KRISTUS


Mazmur 1 : 1-2  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Apa maksud dari nas tersebut?
Sebagai umat Tuhan, kita sungguh berbahagia bahwa kita memiliki Tuhan yang sungguh-sungguh luar biasa yang memberikan kebahagiaan kepada umatnya serta memberikan sebuah rancangan damai sejahtera.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Adakah yang harus kita lakukan untuk mendapatkan damai sejahtera itu?
Berdasarkan nas dari Mazmur 1:1-2 kita telah menemukan jawabannya yaitu :
  1. Tidak berjalan menurut orang fasik,
  2. Tidak berdiri dijalan orang berdosa,
  3. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi
  4. Merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam.

Namun demikian banyak orang yang menyalah artikan Hukum Taurat (HT) itu misalnya : dengan melakukan hukum taurat untuk tujuan beroleh selamat.

Sama halnnya ketika Paulus mengingatkan kepada jemaat di Galatia, dimana terjadi goncangan iman dalam jemaat yaitu muculnya doktrin (ajaran) bahwa Tidak cukup hanya menerima Yesus sebagai Juruselamat, tetapi harus melakukan Hukum Taurat ( Yesus+Hukum Taurat ).

Oleh karena fenomena itu, maka Paulus mengingatkan jemaat bahwa orang percaya adalah orang yang telah merdeka oleh karena kematian Kristus.

Galatia 5:1
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Oleh karena kristus telah memerdekakan kita (orang2 percaya), kita harus tetap teguh dan kokoh dalam pendirian kita bahwa Yesus telah menyelamatkan kita dari kutukan maut yaitu dosa, dan jangan mau dikenakan kuk (beban, ajaran,dll) perhambaan (H T) sehingga mengabaikan Kristus sendiri.

Galatia 2
11. Tetapi waktu Kefas* datang ke Antiokhia, aku berterang-terangan menentangnya sebab ia salah.
12. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat
(* Kefas adalah Petrus)

Hal inilah yang ditentang dengan keras oleh Paulus yaitu ayat 12 dimana Petrus yang diutus bagi orang2 Yahudi (kaum bersunat), menjadikan dirinya munafik (fasik).

Jadi, apakah sebenarnya KEMERDEKAAN itu menurut Paulus?
Galatia 5:1 telah memberikan penjelasan kepada kita bahwa KRISTUS TELAH MEMERDEKAKAN KITA.

MERDEKA DARI APA?

Merdeka dari kesalahpahaman dalam implementasi (pelaksanaan) hukum taurat yang dilakukan oleh imam-imam Yahudi sehingga hal itu menjadi beban bagi umat, misalnya mengenai Sabat.
Apakah kesalahpahaman itu?
Ajaran imam-imam bahwa keselamatan diperoleh hanya dengan melakukan hukum taurat.

Inilah kembali yang dimunculkan oleh Petrus yaitu keselamatan bukan hanya menerima Yesus sebagai Juruselamat melainkan juga harus melakukan hukum taurat ( Yesus+HT). Namun topik HT yang dibahas kali ini adalah SUNAT.
Galatia 5
2…. Jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan      berguna bagimu 3… Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya , bahwa ia wajib melakukan hukum Taurat….

Maksud Paulus adalah bukan menentang sunat itu melainkan untuk tujuan apa sunat itu dilakukan. Jika sunat itu dilakukan untuk memperoleh keselamatan, itulah yang ditentang oleh Paulus.
Mari kita lihat teks Galatia 5:2
“Jika kamu menyunatkan dirimu” “Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu”
Keselamatan hanya datang oleh Yesus Kristus bukan dengan HT(sunat), itulah sebabnya Kristus menjadi tidak berguna jika sunat dilakukan untuk memperoleh keselamatan.
Galatia 5
24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Apabila kita telah menerima Kristus dan berserah bahwa kita adalah milikNya maka kita telah menyalibkan kedagingan dan segala hawa nafsu dan akan mengalami hidup yang baru dan memberi hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi dibayang2i oleh hukum Taurat (Galatia 5:18 & 25).

Mazmur 1 : 1-2  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Kebahagiaan akan kita peroleh apabila kita percaya kepada Yesus yang telah mati bagi dosa kita dan telah bangkit mengalahkan maut serta merenungkan HT siang dan malam, menghayati, dan mengamalkannya.
Tapi ingat merenungkan, menghayati, dan mengamalkan HT bukan untuk tujuan memperoleh keselamatan, karena keselamatan hanya ada dalam Yesus.
 BAGAIMANA IMPLIKASINYA BAGI GEREJA?
APAKAH GEREJA TELAH BENAR-BENAR MERDEKA?

Dalam kenyataan yang dihadapi sekarang, masih ada kita temui masalah-masalah seperti permasalahan yang terjadi seperti jemaat di Galatia yaitu Yesus+Taurat (sunat), tetapi yang terdapat di gereja sekarang ini adalah Percaya Yesus saja tidak cukup, harus ada karunia (Yesus+Karunia) ataupun baptisan tertentu ( Yesus+Baptisan Tertentu), dll. Sehingga jika hal itu tidak ada rasanya kurang afdol menyandang sebagai orang Kristen atau kurang Rohani atau tidak dipimpin oleh Roh.

Hal ini menandakan bahwa gereja belum benar-benar merdeka. Memang gereja tidak lagi menjalankan hukum taurat seperti jemaat di Galatia namun gereja telah membuat Taurat baru bagi dirinya.

Sunat bukan dosa, Karunia, atau Baptisan tertentu juga bukan dosa. Tetapi ketika seseorang merasa tidak diselamatkan atau kurang rohani apabila dia tidak melakukan itu, atau sebaliknya ketika seseorang merasa dia lebih rohani dari anggota gereja lain karena dia menjalankan “doktrin” tertentu, itulah yang disebut dengan KUK PERHAMBAAN = PENJAJAHAN. Dan gereja yang demikian adalah gereja yang belum sungguh-sungguh mengalami KEMERDEKAAN KRISTUS, karena gereja membuat “doktrin” itu menjadi “TAURAT BARU” dalam dirinya.

Orang yang merdeka adalah dia yang percaya bahwa  Kristus adalah Juruselamat dan memberikan dirinya menjadi milik Kristus serta menyerahkan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus. TITIK ( tidak ada lagi tambahan apapun).

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. Yohanes 8:36

MARTA DAN MARIA


“…Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya… sedang Marta sibuk sekali melayani… Maria telah memilih bagian yang terbaik…” [ Lukas 10:39-42 ] 

Marta dan Maria adalah dua orang yang sungguh-sungguh melayani Tuhan. Namun demikian, cara yang mereka jalani sangat berbeda. Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya, sedangkan Marta sibuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan untuk melayani Tuhan.

Ketika Marta meminta agar Tuhan menyuruh Maria membantunya, Tuhan mengingatkan Marta agar ia tidak menyusahkan diri dengan banyak perkara. Selanjutnya dikatakanNya bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik. Apa yang dilakukan Marta bukanlah tidak baik, melainkan bukan yang terbaik.

Jika kita memperhatikan kehidupan Marta, maka dapatlah kita ketahui bahwa Marta adalah seorang yang memiliki pengertian2 rohani dan juga ia bertumbuh dalam karakternya. Didalam Yohanes 11:27, Marta berkata, “…Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang kedalam dunia”. Marta memiliki pengenalan yang tepat akan Tuhan. Dan ia juga bertumbuh dalam karakternya, ketika ia melayani Tuhan tanpa merasa disusahkan, dan tidak menuntut Maria membantunya seperti sebelumnya (Yoh. 12:2). Tetapi, bagaimanapun juga, kita harus memperhatikan perkataan Tuhan Yesus bahwa jalan yang ditempuh Marta bukanlah yang terbaik. Tuhan berkata bahwa Maria memilih bagian yang terbaik.

Mengapa Tuhan berkata bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik ?


Karena sesungguhnya yang dipilih Maria adalah pribadi Tuhan sendiri. Maria tidak memilih perkara2, atau pekerjaan pelayanan yang bermacam-macam, sekalipun itu dilakukan untuk Tuhan. Maria lebih tertarik kepada Tuhan daripada pelayanan untuk Tuhan. Ketertarikkan Maria kepada pribadi Tuhan ini membuat ia selalu ingin mendekat kepada Tuhan dan mendengarkanNya. Maria “tidak sempat” berbuat sesuatu untuk Tuhan, ia sangat ingin mendekat dan terus mendengarkan Dia. Maria ingin menyatu dengan Tuhannya. Bagi Maria, mendekat kepada Tuhan adalah segala-galanya. Karena Maria tidak memilih yang lain2nya, melainkan memilih Tuhan, maka Tuhan berkata bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik, sebab pribadi Tuhan adalah bagian yang terbaik dalam kehidupan setiap orang.

Maria juga bertumbuh didalam karakternya seperti Marta. Tetapi pertumbuhan karakter Maria tetap kearah Tuhan. Maria menjadi begitu menyukai Tuhan sehingga ia memecahkan buli2, sesuatu yang dipandang sangat berharga, dan mencurahkannya bagi Tuhan. Murid-murid Tuhan bahkan menjadi gusar karena tindakan Maria ini, dan menegurnya sebagai suatu pemborosan (Matius 26:8). Murid2 berpikir bahwa buli2 ini dapat dijual dan uangnya sangat berguna bagi orang-orang miskin. Tetapi Tuhan berkata tentang tindakan Maria ini, “…ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik padaKu “ (Mat 26:10). Pertumbuhan karakter Maria adalah pertumbuhan dalam kasihnya kepada Tuhan. Kasihlah yang membuatnya mencurahkan sesuatu yang sangat berharga di kaki Tuhan. Dan menurut Tuhan, ini adalah suatu perbuatan baik kepada DiriNya.

Sekarang kita mencoba membandingkan jalan yang ditempuh Marta dan jalan yang ditempuh Maria.

Diatas telah kita katakan bahwa baik Marta maupun Maria adalah dua orang yang melayani Tuhan. Tetapi pelayanan mereka berbeda dalam hal fokusnya. Kita dapat katakan bahwa fokus pelayanan Maria adalah pribadi Tuhan sendiri, sedangkan fokus pelayanan Marta adalah kebutuhan2 atau kepentingan2 Tuhan.
Ada perbedaan yang besar antara pribadi Tuhan dan kepentingan2 Tuhan. Memang kepentingan Tuhan agar orang2 miskin dilayani, karena Tuhan mencintai orang2 miskin. Memang kepentingan Tuhan bahwa jiwa2 diselamatkan, karena Ia datang kedunia untuk menyelamatkan jiwa2. Tetapi Tuhan juga mempunyai kerinduan agar orang datang kepada DiriNya dan memecahkan “buli2” mereka bagiNya. Pelayanan Marta terfokus kepada “orang2 miskin”, atau jiwa2, tetapi pelayanan Maria terfokus kepada Tuhan sendiri.

Perlu kita ingat bahwa pelayanan Marta adalah baik, tetapi pelayanan Maria adalah yang terbaik.

Apakah seseorang menempuh jalan pelayanan Marta atau Maria, semua tergantung pilihan masing2. Karena ditegaskan bahwa,“…Maria telah memilih bagian yang terbaik”. Jadi, terserah kepada kita. Namun, berbahagialah kita, jika kita telah memilih jalan yang terbaik.
sumber:  https://www.facebook.com/notes/marciste-abinove-sagala/marta-dan-maria/10150107836609735