Kamis, 28 November 2013

MERDEKA DALAM KRISTUS


Mazmur 1 : 1-2  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Apa maksud dari nas tersebut?
Sebagai umat Tuhan, kita sungguh berbahagia bahwa kita memiliki Tuhan yang sungguh-sungguh luar biasa yang memberikan kebahagiaan kepada umatnya serta memberikan sebuah rancangan damai sejahtera.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Adakah yang harus kita lakukan untuk mendapatkan damai sejahtera itu?
Berdasarkan nas dari Mazmur 1:1-2 kita telah menemukan jawabannya yaitu :
  1. Tidak berjalan menurut orang fasik,
  2. Tidak berdiri dijalan orang berdosa,
  3. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi
  4. Merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam.

Namun demikian banyak orang yang menyalah artikan Hukum Taurat (HT) itu misalnya : dengan melakukan hukum taurat untuk tujuan beroleh selamat.

Sama halnnya ketika Paulus mengingatkan kepada jemaat di Galatia, dimana terjadi goncangan iman dalam jemaat yaitu muculnya doktrin (ajaran) bahwa Tidak cukup hanya menerima Yesus sebagai Juruselamat, tetapi harus melakukan Hukum Taurat ( Yesus+Hukum Taurat ).

Oleh karena fenomena itu, maka Paulus mengingatkan jemaat bahwa orang percaya adalah orang yang telah merdeka oleh karena kematian Kristus.

Galatia 5:1
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Oleh karena kristus telah memerdekakan kita (orang2 percaya), kita harus tetap teguh dan kokoh dalam pendirian kita bahwa Yesus telah menyelamatkan kita dari kutukan maut yaitu dosa, dan jangan mau dikenakan kuk (beban, ajaran,dll) perhambaan (H T) sehingga mengabaikan Kristus sendiri.

Galatia 2
11. Tetapi waktu Kefas* datang ke Antiokhia, aku berterang-terangan menentangnya sebab ia salah.
12. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat
(* Kefas adalah Petrus)

Hal inilah yang ditentang dengan keras oleh Paulus yaitu ayat 12 dimana Petrus yang diutus bagi orang2 Yahudi (kaum bersunat), menjadikan dirinya munafik (fasik).

Jadi, apakah sebenarnya KEMERDEKAAN itu menurut Paulus?
Galatia 5:1 telah memberikan penjelasan kepada kita bahwa KRISTUS TELAH MEMERDEKAKAN KITA.

MERDEKA DARI APA?

Merdeka dari kesalahpahaman dalam implementasi (pelaksanaan) hukum taurat yang dilakukan oleh imam-imam Yahudi sehingga hal itu menjadi beban bagi umat, misalnya mengenai Sabat.
Apakah kesalahpahaman itu?
Ajaran imam-imam bahwa keselamatan diperoleh hanya dengan melakukan hukum taurat.

Inilah kembali yang dimunculkan oleh Petrus yaitu keselamatan bukan hanya menerima Yesus sebagai Juruselamat melainkan juga harus melakukan hukum taurat ( Yesus+HT). Namun topik HT yang dibahas kali ini adalah SUNAT.
Galatia 5
2…. Jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan      berguna bagimu 3… Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya , bahwa ia wajib melakukan hukum Taurat….

Maksud Paulus adalah bukan menentang sunat itu melainkan untuk tujuan apa sunat itu dilakukan. Jika sunat itu dilakukan untuk memperoleh keselamatan, itulah yang ditentang oleh Paulus.
Mari kita lihat teks Galatia 5:2
“Jika kamu menyunatkan dirimu” “Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu”
Keselamatan hanya datang oleh Yesus Kristus bukan dengan HT(sunat), itulah sebabnya Kristus menjadi tidak berguna jika sunat dilakukan untuk memperoleh keselamatan.
Galatia 5
24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Apabila kita telah menerima Kristus dan berserah bahwa kita adalah milikNya maka kita telah menyalibkan kedagingan dan segala hawa nafsu dan akan mengalami hidup yang baru dan memberi hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi dibayang2i oleh hukum Taurat (Galatia 5:18 & 25).

Mazmur 1 : 1-2  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Kebahagiaan akan kita peroleh apabila kita percaya kepada Yesus yang telah mati bagi dosa kita dan telah bangkit mengalahkan maut serta merenungkan HT siang dan malam, menghayati, dan mengamalkannya.
Tapi ingat merenungkan, menghayati, dan mengamalkan HT bukan untuk tujuan memperoleh keselamatan, karena keselamatan hanya ada dalam Yesus.
 BAGAIMANA IMPLIKASINYA BAGI GEREJA?
APAKAH GEREJA TELAH BENAR-BENAR MERDEKA?

Dalam kenyataan yang dihadapi sekarang, masih ada kita temui masalah-masalah seperti permasalahan yang terjadi seperti jemaat di Galatia yaitu Yesus+Taurat (sunat), tetapi yang terdapat di gereja sekarang ini adalah Percaya Yesus saja tidak cukup, harus ada karunia (Yesus+Karunia) ataupun baptisan tertentu ( Yesus+Baptisan Tertentu), dll. Sehingga jika hal itu tidak ada rasanya kurang afdol menyandang sebagai orang Kristen atau kurang Rohani atau tidak dipimpin oleh Roh.

Hal ini menandakan bahwa gereja belum benar-benar merdeka. Memang gereja tidak lagi menjalankan hukum taurat seperti jemaat di Galatia namun gereja telah membuat Taurat baru bagi dirinya.

Sunat bukan dosa, Karunia, atau Baptisan tertentu juga bukan dosa. Tetapi ketika seseorang merasa tidak diselamatkan atau kurang rohani apabila dia tidak melakukan itu, atau sebaliknya ketika seseorang merasa dia lebih rohani dari anggota gereja lain karena dia menjalankan “doktrin” tertentu, itulah yang disebut dengan KUK PERHAMBAAN = PENJAJAHAN. Dan gereja yang demikian adalah gereja yang belum sungguh-sungguh mengalami KEMERDEKAAN KRISTUS, karena gereja membuat “doktrin” itu menjadi “TAURAT BARU” dalam dirinya.

Orang yang merdeka adalah dia yang percaya bahwa  Kristus adalah Juruselamat dan memberikan dirinya menjadi milik Kristus serta menyerahkan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus. TITIK ( tidak ada lagi tambahan apapun).

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. Yohanes 8:36

Tidak ada komentar:

Posting Komentar