Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

INJIL MENURUT TOKO SERBA ADA


Ada kisah tentang kebaikan dan kasih yang tercecer dari antara perayaan-perayaan Natal, semacam kisah Orang Samaria yang Baik Hati. Kisah tentang kasih yang indah ini sayangnya tidak terjadi di gereja, tetapi di sebuah toko serba ada (Dept. Store) di Amerika Serikat.

Pada suatu hari seorang pengemis wanita, yang dikenal dengan sebutan "Bag Lady" (karena segala harta-bendanya termuat dalam sebuah tas yang ia jinjing kemana-mana sambil mengemis), memasuki sebuah Dept. Store yang mewah sekali. Hari-hari itu adalah menjelang hari Natal. Toko itu dihias dengan indah sekali. Semua lantainya dilapisi karpet yang baru dan indah. Meskipun bajunya kotor dan penuh lubang, pengemis ini tanpa ragu-ragu memasuki toko ini. Badannya mungkin sudah tidak mandi berminggu-minggu. Bau badan menyengat hidung.

Ketika itu, ada seorang hamba Tuhan mengikutinya dari belakang. Ia berjaga-jaga, kalau petugas sekuriti toko itu mengusir pengemis ini, sang hamba Tuhan mungkin dapat membela atau membantunya. Wah, tentu pemilik atau pengurus toko mewah ini tidak ingin ada pengemis kotor dan bau mengganggu para pelanggan terhormat yang ada di toko itu. Begitu pikir sang hamba Tuhan.

Tetapi pengemis ini dapat terus masuk ke bagian-bagian dalam toko itu. Tak ada petugas keamanan yang mencegat dan mengusirnya. Aneh ya, padahal, para pelanggan lain berlalu lalang di situ dengan setelan jas atau gaun yang mewah dan mahal. Di tengah toko itu ada piano besar (grand piano) yang dimainkan seorang pianis dengan jas tuksedo, mengiringi para penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu Natal dengan gaun yang indah. Pengemis itu kelihatan sangat tidak cocok dengan suasana di toko itu. Ia nampak seperti makhluk aneh di lingkungan yang gemerlapan itu, tetapi sang 'Bag Lady' jalan terus. Sang hamba Tuhan itu juga mengikuti terus dari jarak tertentu.

Rupanya pengemis itu mencari sesuatu di bagian gaun wanita. Ia mendatangi counter paling eksklusif yang memajang gaun-gaun mahal ber-merek (branded items) dengan harga diatas 00 untuk satu gaun. Kalau dikonversi dengan kurs akhir-akhir ini, harganya dalam rupiah pasti lebih dari Rp. 20 juta untuk satu gaun.

Baju-baju yang mahal dan mewah! Apa yang dikerjakan pengemis ini? Sang pelayan bertanya, "Apa yang dapat saya bantu bagi anda?" "Saya ingin mencoba gaun merah muda itu!"

Kalau anda ada di posisi sang pelayan itu, bagaimana respons anda? Wah, kalau pengemis ini mencobanya tentu gaun-gaun mahal itu akan jadi kotor dan bau, dan pelanggan lain yang melihat mungkin akan jijik membeli baju-baju ini setelah dia pakai. Apalagi bau badan orang ini begitu menyengat, tentu akan merusak gaun-gaun itu.

Tetapi mari kita dengarkan apa jawaban sang pelayan toko mewah itu. "Berapa ukuran yang anda perlukan?" "Tidak tahu!" "Baiklah, mari saya ukur dulu."

Pelayan itu mengambil pita meteran, mendekati pengemis itu, mengukur bahu, pinggang, dan panjang badannya. Bau menusuk hidung terhirup ketika ia berdekatan dengan pengemis ini. Ia cuek saja. Ia layani pengemis ini seperti satu-satunya pelanggan terhormat yang mengunjungi counternya.

"OK, saya sudah dapatkan nomor yang pas untuk nyonya! Cobalah yang ini!" Ia memberikan gaun itu untuk dicoba di kamar pas.

"Ah, yang ini kurang cocok untuk saya. Apakah saya boleh mencoba yang lain?" "Oh, tentu!" Pelayan ini menghabiskan waktu kurang lebih dua jam lamanya untuk melayani sang "Bag Lady".

Apakah pengemis ini akhirnya membeli salah satu gaun yang dicobanya? Tentu saja tidak! Gaun seharga puluhan juta rupiah itu jauh dari jangkauan kemampuan keuangannya. Pengemis itu kemudian berlalu begitu saja, tetapi dengan kepala tegak karena ia telah diperlakukan sebagai layaknya seorang manusia. Biasanya ia dipandang sebelah mata. Tapi hari itu, ada seorang pelayan toko yang melayaninya, menganggapnya seperti orang penting, dan yang mau mendengarkan permintaannya.

Tetapi mengapa pelayan toko itu mau repot-repot melayaninya? Bukankah kedatangan pengemis itu membuang-buang waktu dan memakan biaya bagi toko itu karena harus mengirim gaun-gaun yang sudah dicoba itu ke Laundry agar dicuci bersih supaya kembali tampak indah dan tidak bau. Pertanyaan ini juga mengganggu sang hamba Tuhan yang memperhatikan apa yang terjadi di counter itu.

Kemudian hamba Tuhan ini bertanya kepada pelayan toko itu setelah ia selesai melayani tamu "istimewa"-nya. "Mengapa anda membiarkan pengemis itu mencoba gaun-gaun indah ini?" "Oh, sudah menjadi tugas saya untuk melayani dan berlaku ramah."

"Tetapi, anda 'kan tahu bahwa pengemis itu tidak mungkin sanggup membeli gaun-gaun mahal ini?"

"Maaf, soal itu bukan urusan saya. Saya tidak dalam posisi untuk menilai atau menghakimi para pelanggan saya. Tugas saya adalah untuk melayani dan berbuat baik."

Hamba Tuhan ini tersentak kaget. Di jaman yang penuh keduniawian ini ternyata masih ada orang-orang yang tugasnya adalah melayani dan berbuat baik, tanpa perlu menghakimi orang lain. Hamba Tuhan ini akhirnya memutuskan untuk membawakan khotbah pada Hari Minggu berikutnya dengan thema "Injil Menurut Toko Serba Ada". Khotbah ini menyentuh banyak orang, dan kemudian diberitakan di halaman-halaman surat kabar di kota itu. Berita itu menggugah banyak orang sehingga mereka juga ingin dilayani di toko yang eksklusif itu.

Pengemis wanita itu tidak membeli apa-apa, tidak memberi keuntungan apa-apa. Namun akibat perlakuan istimewa toko itu kepadanya, hasil penjualan toko itu meningkat drastis, sehingga pada bulanitu manghasilkan keuntungan yang signifikan.

Lakukanlah apa yang menjadi tugas anda dengan motivasi melayani seperti Yesus, sosok yang yang sangat patut untuk dilayani tetapi DIA memilih untuk dilayani.

Sabtu, 21 Desember 2013

KUASA LIDAH DALAM PERKATAAN

Seseorang (kita anggap saja si X) menceritakan sesuatu mengenai temannya (anggap si Y) dan alhasil dalam waktu beberapa hari tersebarlah beritanya dan si Y yang mengetahui hal itu pun tentu sakit hati.
Setelah bebarapa lama berlalu, ternyata cerita itu tidak benar adanya dan si X menyesali perbuatannya dan dia bingung harus berbuat apa untuk memperbaiki kesalahannya itu.

Akhirnya dia datang kepada seorang yang dikenal sangat bijaksana dan menceritakan apa yang menjadi masalahnya.
Orang bijak itu berkata " Pergilah ke pasar dan belilah sebuah kemoceng. Dalam perjalanan pulang, cabutilah bulu-bulu ayam dikemoceng dan buanglah disepanjang jalan".

Gambar Kemoceng
Meskipun kedengaran sangat aneh, tetapi si X tetap melakukan saran orang bijak tersebut.

Keseokan harinya, si X melaporkan bahwa dia telah melakukan saran orang bijak tersebut.
Lalu orang bijak itu berkata kepadanya " Sekarang, pergilah dan kumpulkanlah bulu ayam dari kemoceng yang telah engkau buang kemarin dan bawa kepada ku".

Si X pun kembali menyusuri jalan yang dilaluinya kemarin untuk mencari bulu ayam yang telah dibuangnya kemarin. Setelah beberapa jam mencari, dia hanya menemukan 5 helai bulu ayam dan kembali kepada orang bijak itu.

Akhirnya orang bujak itu berkata " Lihatlah sangat mudah engkau membuangnya namun untuk mengumpulkan semuanya sangat tidak mungkin.
Seperti itulah yang telah engkau lakukan, sangat mudah engkau mengatakan sesuatu yang belum tentu benar, tetapi setelah engkau membuang perkataan itu, 7 ekor kudapun tak dapat menariknya kembali.
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannyaakan memakan buahnya. 
Amsal 8:21

Pesan :Lidah memang anggota yang kecil, tetapi sangat besar kuasanya.
Bila salah menggunakan, hancurlah apa yang ada disekitar kita.

Lidah yang lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah yang jahat melukai orang lain.
Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah yang bercabang akan dikerat.

Jagalah lidah kita untuk selalu berkata yang baik.

MENGAMPUNI

Saat ini kita telah memasuki tahun yang baru yaitu tahun 2012. Ditahun yang lalu ada banyak persoalan tentunya yang kita alami. Dipenghujung tahun 2011, selalu ada sebuah moment untuk merefleksi kehidupan masa lalu guna membuat harapan-harapan yang baru. Setiap harapan pastilah seuatu yang baik bagi kita, teman-teman, keluarga kita, anak-anak dll. Tetapi kita harus lebih mengharapkan sesuatu yang baik terutama bagi TUHAN.
Tulisan ini dimaksudkan bagi saya dan juga bagi saudara-saudara sekalian untuk kita bersedia membuka diri kita dihadapan TUHAN dan mau mengambil sebuah komitmen untuk mengampuni. Mengapa MENGAMPUNI?
Karena mengampuni itu adalah sebuah resep yang sangat manjur untuk kepulihan. Tetapi sangat sulit rasanya bagi kita untuk mengampuni orang yang memiliki kesalahan kepada kita, karena kita harus melupakan segala sakit yang pernah ditimbulkannya. Disitulah letak tantangan yang kita terima sebagai orang yang percaya.
Memang mengampuni itu tidak semudah kita membalikkan telapak tangan, karena segala seuatu itu butuh proses. Dalam proses itu kita tidak bisa mengandalkan kemampuan kita tetapi mintalah kepada TUHAN agar DIA memberi RohPengampunan kepada kita. Apabila kita meminta kepada Tuhan Yesus maka Dia tahu yang terbaik bagi kita dan Dia pasti akan memberinya ( Mat7:7 ).
Sulitnya untuk mengampuni bagi kita adalah sangat manusiwi sekali, tetapi apakah kita pernah berpikir bahwa itulah yang TUAHN inginkan yaitu agar kita saling mengampuni.
Ada sebuah pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur. SIAPAKAH YANG TIDAK INGIN DIAMPUNI? Saya rasa jawabannya pasti tidak ada. Untuk itulah kita akan melihatnya sesuai denga Firman Allah.
Allah Bapa kita sangat membenci dosa. Tetapi kita selalu saja mendukakan hati BAPA kita dengan segala dosa kita. Tetapi Allah kita tidak ingin kita binasa karena dosa-dosa kita sehingga DIA membayarnya dengan harga yang sangat mahal yaitu diriNYA sendiri dalam Yesus Kristus. Lalu, sebegitu besarnya pengrobanan BAPA bagi kita, tetapi mengapa kita sulit untuk mengampuni???
Itulah syaratnya yaitu PENGORBANAN.
Seperti BAPA yang telah berkorban bagi kita, kita juga harus mampu berkorban untuk mengampuni sesama kita.
"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar supaya Ia membawa kita kepada Allah." (1 Petrus 3:18a) 
"Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kasih karuniaNya." (Efesus 1:7)

Bagaimana jika saya tidak mengampuni?
Segala sesuatu pasti mempunyai dampak (positif dan negatif). Bagaimana dengan mengampuni? Apakah ada manfaatnya buat saya atau tidak?
Kita akan melihat apa manfaat dari mengampuni.
  • Allah tidak memperhitungkan dosa kita
 "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25)
  • Allah mengankat kita dari dosa kita
"Sejauh timur dari barat, demkian dijauhkanNya dari pada kita pelanggaran kita" (Mazmur 103:12) 
  • Bahagia
  "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi. Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan dan yang tidak berjiwa penipu." (Mazmur 32:1-2) 
Bagaimana jika kita tidak mengampuni?
Kita akan melihat berdasarkan cerita Alkitab tentang hal ini dan kita akan mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan cerita tersebut.
 * Matius 18:21-35 Perumpamaan tentang pengampunan
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."


Dari perumpamaan yang Alkitab ceritakan tersebuat kita dapat mengambil kesimpulan sendiri-sendiri tentang mengampuni. 
Satu lagi yang ingin saya tuliskan adalah :
Matius 6
12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
15. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
16. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Seperti BAPA yang telah mengampuni kita, marilah kita membuka hati kita dan mengambil keputusan serta berkomitmen untuk mengampuni sesama kita yang bersalah kepada kita. 
Tuhan memberkati

Kamis, 28 November 2013

PANGGILAN UNTUK TURUT MENDERITA



2 Timotius 2:1-7
2:1. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Pesan yang disampaikan oleh Paulus agar kita menjadi orang-orang yang kuat (iman) oleh karena kita telah beroleh kasih karunia dari Yesus Kristus. Pada zaman paulus menulis surat ini dilator belakangi oleh penghambatan penyebaran kekristenan yang dilakukan oleh Kaisar Nero dan adanya pengajar2 yang mempengaruhi orang2 yang telah menerima Yesus dengan mengajarkan Injil yang menurut hemat Paulus berbeda dengan Injil yang diterimanya bersama2 dengan ke 12 murid.
(Sumber: Latar belakang 2 Timotius dengan sedikit pengeditan tanpa menghilangkan maksudnya).

Mengapa kita diminta untuk kuat (iman) pada zaman ini?
  1. Zaman terus berubah dengan berbagai kemajuan di bidang sains dan teknologi dan banyak orang Kristen yang lebih mengutamakan kedua hal tersebut daripada belajar Firman Tuhan.
  2. Manusia semakin pintar sehingga tidak sedikit yang mengandalkan pikirannya dalam setiap perjalanan hidupnya.
  3. Sikap manusia semakin individualis ketimbang hidup rukun dalam persekutuan antar sesama dan terhadap Tuhan.
  4. Yang paling berbahaya adalah semakin banyaknya guru-guru palsu meskipun memiliki pengetahuan tentang kitab atau berlatar belakang Theologia namun kita harus tetap waspada terhadap pengajaran yang disampaikan apakah telah sesuai dengan kehendak Allah atau berdasarkan pikirannya sendiri                    (1 Yohanes 4 :1)
Oleh sebab itulah maka Paulus ingin kita sama seperti dia yang kuat dalam iman kepada Yesus Kristus.
2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya   
      dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
  • Seorang prajurit yang baik haruslah yang memiliki integritas, loyalitas (monoloyalitas), dedikasi terhadap pemimpin/komandannya. Pemimpin/komandan kita adalah Yesus Kristus Sang Juruselamat, jadi kita harus mampu menjadi seorang prajurit yang memiliki 3 kriterira tersebut terhadap Yesus Kristus dalam iman.
  • Kita harus siap sedia memberitakan firman Allah tanpa memikirkan persoalan diri pribadi kita (egois) sebagai wujud pelayanan karena penerimaan kita (iman) terhadap Yesus Kristus, namun semata-mata hanyalah pemberitaan Firman Tuhan dengan berbagai cara sesuai dengan kehendakNya.
2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
  • Demikianlah kita akan mendapatkan mahkota kehidupan baik dibumi dan disurga bila kita menjalani seluruh proses kehidupan kita sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah.           Apakah aturan itu? Aturan itu ialah hukum taurat. (Baca: Mazmur 119:1; Roma 7:1-12, )
2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
  • Kita adalah sama seperti petani yang harus bekerja keras menaburkan firman sesuai dengan apa yang kita miliki dan kemampaun kita untuk memperoleh hasil yang berlimpah2. (Baca: Galatia 6:7)
2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.
  • Sekarang dengan iman kita percaya bahwa Yesus Kristus telah menyelamatkan kita dari dosa2 kita. Untuk itu kita harus mau berada dalam didikan Firman Tuhan agar kita beroleh hikmat dan pengertian akan hal-hal yang tidak kita ketahui dibawah pimpinan Roh Kudus. (Amsal 1:7a)

Semoga damai yang dari Allah Bapa selalu menyertai kita sekalian didalam Yesus
Kristus. Amin

MERDEKA DALAM KRISTUS


Mazmur 1 : 1-2  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Apa maksud dari nas tersebut?
Sebagai umat Tuhan, kita sungguh berbahagia bahwa kita memiliki Tuhan yang sungguh-sungguh luar biasa yang memberikan kebahagiaan kepada umatnya serta memberikan sebuah rancangan damai sejahtera.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Adakah yang harus kita lakukan untuk mendapatkan damai sejahtera itu?
Berdasarkan nas dari Mazmur 1:1-2 kita telah menemukan jawabannya yaitu :
  1. Tidak berjalan menurut orang fasik,
  2. Tidak berdiri dijalan orang berdosa,
  3. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi
  4. Merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam.

Namun demikian banyak orang yang menyalah artikan Hukum Taurat (HT) itu misalnya : dengan melakukan hukum taurat untuk tujuan beroleh selamat.

Sama halnnya ketika Paulus mengingatkan kepada jemaat di Galatia, dimana terjadi goncangan iman dalam jemaat yaitu muculnya doktrin (ajaran) bahwa Tidak cukup hanya menerima Yesus sebagai Juruselamat, tetapi harus melakukan Hukum Taurat ( Yesus+Hukum Taurat ).

Oleh karena fenomena itu, maka Paulus mengingatkan jemaat bahwa orang percaya adalah orang yang telah merdeka oleh karena kematian Kristus.

Galatia 5:1
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Oleh karena kristus telah memerdekakan kita (orang2 percaya), kita harus tetap teguh dan kokoh dalam pendirian kita bahwa Yesus telah menyelamatkan kita dari kutukan maut yaitu dosa, dan jangan mau dikenakan kuk (beban, ajaran,dll) perhambaan (H T) sehingga mengabaikan Kristus sendiri.

Galatia 2
11. Tetapi waktu Kefas* datang ke Antiokhia, aku berterang-terangan menentangnya sebab ia salah.
12. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat
(* Kefas adalah Petrus)

Hal inilah yang ditentang dengan keras oleh Paulus yaitu ayat 12 dimana Petrus yang diutus bagi orang2 Yahudi (kaum bersunat), menjadikan dirinya munafik (fasik).

Jadi, apakah sebenarnya KEMERDEKAAN itu menurut Paulus?
Galatia 5:1 telah memberikan penjelasan kepada kita bahwa KRISTUS TELAH MEMERDEKAKAN KITA.

MERDEKA DARI APA?

Merdeka dari kesalahpahaman dalam implementasi (pelaksanaan) hukum taurat yang dilakukan oleh imam-imam Yahudi sehingga hal itu menjadi beban bagi umat, misalnya mengenai Sabat.
Apakah kesalahpahaman itu?
Ajaran imam-imam bahwa keselamatan diperoleh hanya dengan melakukan hukum taurat.

Inilah kembali yang dimunculkan oleh Petrus yaitu keselamatan bukan hanya menerima Yesus sebagai Juruselamat melainkan juga harus melakukan hukum taurat ( Yesus+HT). Namun topik HT yang dibahas kali ini adalah SUNAT.
Galatia 5
2…. Jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan      berguna bagimu 3… Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya , bahwa ia wajib melakukan hukum Taurat….

Maksud Paulus adalah bukan menentang sunat itu melainkan untuk tujuan apa sunat itu dilakukan. Jika sunat itu dilakukan untuk memperoleh keselamatan, itulah yang ditentang oleh Paulus.
Mari kita lihat teks Galatia 5:2
“Jika kamu menyunatkan dirimu” “Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu”
Keselamatan hanya datang oleh Yesus Kristus bukan dengan HT(sunat), itulah sebabnya Kristus menjadi tidak berguna jika sunat dilakukan untuk memperoleh keselamatan.
Galatia 5
24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Apabila kita telah menerima Kristus dan berserah bahwa kita adalah milikNya maka kita telah menyalibkan kedagingan dan segala hawa nafsu dan akan mengalami hidup yang baru dan memberi hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi dibayang2i oleh hukum Taurat (Galatia 5:18 & 25).

Mazmur 1 : 1-2  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Kebahagiaan akan kita peroleh apabila kita percaya kepada Yesus yang telah mati bagi dosa kita dan telah bangkit mengalahkan maut serta merenungkan HT siang dan malam, menghayati, dan mengamalkannya.
Tapi ingat merenungkan, menghayati, dan mengamalkan HT bukan untuk tujuan memperoleh keselamatan, karena keselamatan hanya ada dalam Yesus.
 BAGAIMANA IMPLIKASINYA BAGI GEREJA?
APAKAH GEREJA TELAH BENAR-BENAR MERDEKA?

Dalam kenyataan yang dihadapi sekarang, masih ada kita temui masalah-masalah seperti permasalahan yang terjadi seperti jemaat di Galatia yaitu Yesus+Taurat (sunat), tetapi yang terdapat di gereja sekarang ini adalah Percaya Yesus saja tidak cukup, harus ada karunia (Yesus+Karunia) ataupun baptisan tertentu ( Yesus+Baptisan Tertentu), dll. Sehingga jika hal itu tidak ada rasanya kurang afdol menyandang sebagai orang Kristen atau kurang Rohani atau tidak dipimpin oleh Roh.

Hal ini menandakan bahwa gereja belum benar-benar merdeka. Memang gereja tidak lagi menjalankan hukum taurat seperti jemaat di Galatia namun gereja telah membuat Taurat baru bagi dirinya.

Sunat bukan dosa, Karunia, atau Baptisan tertentu juga bukan dosa. Tetapi ketika seseorang merasa tidak diselamatkan atau kurang rohani apabila dia tidak melakukan itu, atau sebaliknya ketika seseorang merasa dia lebih rohani dari anggota gereja lain karena dia menjalankan “doktrin” tertentu, itulah yang disebut dengan KUK PERHAMBAAN = PENJAJAHAN. Dan gereja yang demikian adalah gereja yang belum sungguh-sungguh mengalami KEMERDEKAAN KRISTUS, karena gereja membuat “doktrin” itu menjadi “TAURAT BARU” dalam dirinya.

Orang yang merdeka adalah dia yang percaya bahwa  Kristus adalah Juruselamat dan memberikan dirinya menjadi milik Kristus serta menyerahkan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus. TITIK ( tidak ada lagi tambahan apapun).

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. Yohanes 8:36

MARTA DAN MARIA


“…Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya… sedang Marta sibuk sekali melayani… Maria telah memilih bagian yang terbaik…” [ Lukas 10:39-42 ] 

Marta dan Maria adalah dua orang yang sungguh-sungguh melayani Tuhan. Namun demikian, cara yang mereka jalani sangat berbeda. Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya, sedangkan Marta sibuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan untuk melayani Tuhan.

Ketika Marta meminta agar Tuhan menyuruh Maria membantunya, Tuhan mengingatkan Marta agar ia tidak menyusahkan diri dengan banyak perkara. Selanjutnya dikatakanNya bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik. Apa yang dilakukan Marta bukanlah tidak baik, melainkan bukan yang terbaik.

Jika kita memperhatikan kehidupan Marta, maka dapatlah kita ketahui bahwa Marta adalah seorang yang memiliki pengertian2 rohani dan juga ia bertumbuh dalam karakternya. Didalam Yohanes 11:27, Marta berkata, “…Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang kedalam dunia”. Marta memiliki pengenalan yang tepat akan Tuhan. Dan ia juga bertumbuh dalam karakternya, ketika ia melayani Tuhan tanpa merasa disusahkan, dan tidak menuntut Maria membantunya seperti sebelumnya (Yoh. 12:2). Tetapi, bagaimanapun juga, kita harus memperhatikan perkataan Tuhan Yesus bahwa jalan yang ditempuh Marta bukanlah yang terbaik. Tuhan berkata bahwa Maria memilih bagian yang terbaik.

Mengapa Tuhan berkata bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik ?


Karena sesungguhnya yang dipilih Maria adalah pribadi Tuhan sendiri. Maria tidak memilih perkara2, atau pekerjaan pelayanan yang bermacam-macam, sekalipun itu dilakukan untuk Tuhan. Maria lebih tertarik kepada Tuhan daripada pelayanan untuk Tuhan. Ketertarikkan Maria kepada pribadi Tuhan ini membuat ia selalu ingin mendekat kepada Tuhan dan mendengarkanNya. Maria “tidak sempat” berbuat sesuatu untuk Tuhan, ia sangat ingin mendekat dan terus mendengarkan Dia. Maria ingin menyatu dengan Tuhannya. Bagi Maria, mendekat kepada Tuhan adalah segala-galanya. Karena Maria tidak memilih yang lain2nya, melainkan memilih Tuhan, maka Tuhan berkata bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik, sebab pribadi Tuhan adalah bagian yang terbaik dalam kehidupan setiap orang.

Maria juga bertumbuh didalam karakternya seperti Marta. Tetapi pertumbuhan karakter Maria tetap kearah Tuhan. Maria menjadi begitu menyukai Tuhan sehingga ia memecahkan buli2, sesuatu yang dipandang sangat berharga, dan mencurahkannya bagi Tuhan. Murid-murid Tuhan bahkan menjadi gusar karena tindakan Maria ini, dan menegurnya sebagai suatu pemborosan (Matius 26:8). Murid2 berpikir bahwa buli2 ini dapat dijual dan uangnya sangat berguna bagi orang-orang miskin. Tetapi Tuhan berkata tentang tindakan Maria ini, “…ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik padaKu “ (Mat 26:10). Pertumbuhan karakter Maria adalah pertumbuhan dalam kasihnya kepada Tuhan. Kasihlah yang membuatnya mencurahkan sesuatu yang sangat berharga di kaki Tuhan. Dan menurut Tuhan, ini adalah suatu perbuatan baik kepada DiriNya.

Sekarang kita mencoba membandingkan jalan yang ditempuh Marta dan jalan yang ditempuh Maria.

Diatas telah kita katakan bahwa baik Marta maupun Maria adalah dua orang yang melayani Tuhan. Tetapi pelayanan mereka berbeda dalam hal fokusnya. Kita dapat katakan bahwa fokus pelayanan Maria adalah pribadi Tuhan sendiri, sedangkan fokus pelayanan Marta adalah kebutuhan2 atau kepentingan2 Tuhan.
Ada perbedaan yang besar antara pribadi Tuhan dan kepentingan2 Tuhan. Memang kepentingan Tuhan agar orang2 miskin dilayani, karena Tuhan mencintai orang2 miskin. Memang kepentingan Tuhan bahwa jiwa2 diselamatkan, karena Ia datang kedunia untuk menyelamatkan jiwa2. Tetapi Tuhan juga mempunyai kerinduan agar orang datang kepada DiriNya dan memecahkan “buli2” mereka bagiNya. Pelayanan Marta terfokus kepada “orang2 miskin”, atau jiwa2, tetapi pelayanan Maria terfokus kepada Tuhan sendiri.

Perlu kita ingat bahwa pelayanan Marta adalah baik, tetapi pelayanan Maria adalah yang terbaik.

Apakah seseorang menempuh jalan pelayanan Marta atau Maria, semua tergantung pilihan masing2. Karena ditegaskan bahwa,“…Maria telah memilih bagian yang terbaik”. Jadi, terserah kepada kita. Namun, berbahagialah kita, jika kita telah memilih jalan yang terbaik.
sumber:  https://www.facebook.com/notes/marciste-abinove-sagala/marta-dan-maria/10150107836609735