Sabtu, 21 Desember 2013

MENGAMPUNI

Saat ini kita telah memasuki tahun yang baru yaitu tahun 2012. Ditahun yang lalu ada banyak persoalan tentunya yang kita alami. Dipenghujung tahun 2011, selalu ada sebuah moment untuk merefleksi kehidupan masa lalu guna membuat harapan-harapan yang baru. Setiap harapan pastilah seuatu yang baik bagi kita, teman-teman, keluarga kita, anak-anak dll. Tetapi kita harus lebih mengharapkan sesuatu yang baik terutama bagi TUHAN.
Tulisan ini dimaksudkan bagi saya dan juga bagi saudara-saudara sekalian untuk kita bersedia membuka diri kita dihadapan TUHAN dan mau mengambil sebuah komitmen untuk mengampuni. Mengapa MENGAMPUNI?
Karena mengampuni itu adalah sebuah resep yang sangat manjur untuk kepulihan. Tetapi sangat sulit rasanya bagi kita untuk mengampuni orang yang memiliki kesalahan kepada kita, karena kita harus melupakan segala sakit yang pernah ditimbulkannya. Disitulah letak tantangan yang kita terima sebagai orang yang percaya.
Memang mengampuni itu tidak semudah kita membalikkan telapak tangan, karena segala seuatu itu butuh proses. Dalam proses itu kita tidak bisa mengandalkan kemampuan kita tetapi mintalah kepada TUHAN agar DIA memberi RohPengampunan kepada kita. Apabila kita meminta kepada Tuhan Yesus maka Dia tahu yang terbaik bagi kita dan Dia pasti akan memberinya ( Mat7:7 ).
Sulitnya untuk mengampuni bagi kita adalah sangat manusiwi sekali, tetapi apakah kita pernah berpikir bahwa itulah yang TUAHN inginkan yaitu agar kita saling mengampuni.
Ada sebuah pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur. SIAPAKAH YANG TIDAK INGIN DIAMPUNI? Saya rasa jawabannya pasti tidak ada. Untuk itulah kita akan melihatnya sesuai denga Firman Allah.
Allah Bapa kita sangat membenci dosa. Tetapi kita selalu saja mendukakan hati BAPA kita dengan segala dosa kita. Tetapi Allah kita tidak ingin kita binasa karena dosa-dosa kita sehingga DIA membayarnya dengan harga yang sangat mahal yaitu diriNYA sendiri dalam Yesus Kristus. Lalu, sebegitu besarnya pengrobanan BAPA bagi kita, tetapi mengapa kita sulit untuk mengampuni???
Itulah syaratnya yaitu PENGORBANAN.
Seperti BAPA yang telah berkorban bagi kita, kita juga harus mampu berkorban untuk mengampuni sesama kita.
"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar supaya Ia membawa kita kepada Allah." (1 Petrus 3:18a) 
"Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kasih karuniaNya." (Efesus 1:7)

Bagaimana jika saya tidak mengampuni?
Segala sesuatu pasti mempunyai dampak (positif dan negatif). Bagaimana dengan mengampuni? Apakah ada manfaatnya buat saya atau tidak?
Kita akan melihat apa manfaat dari mengampuni.
  • Allah tidak memperhitungkan dosa kita
 "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25)
  • Allah mengankat kita dari dosa kita
"Sejauh timur dari barat, demkian dijauhkanNya dari pada kita pelanggaran kita" (Mazmur 103:12) 
  • Bahagia
  "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi. Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan dan yang tidak berjiwa penipu." (Mazmur 32:1-2) 
Bagaimana jika kita tidak mengampuni?
Kita akan melihat berdasarkan cerita Alkitab tentang hal ini dan kita akan mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan cerita tersebut.
 * Matius 18:21-35 Perumpamaan tentang pengampunan
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."


Dari perumpamaan yang Alkitab ceritakan tersebuat kita dapat mengambil kesimpulan sendiri-sendiri tentang mengampuni. 
Satu lagi yang ingin saya tuliskan adalah :
Matius 6
12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
15. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
16. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Seperti BAPA yang telah mengampuni kita, marilah kita membuka hati kita dan mengambil keputusan serta berkomitmen untuk mengampuni sesama kita yang bersalah kepada kita. 
Tuhan memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar