Sabtu, 21 Desember 2013

PERJALANAN SINGKAT YANG BERKESAN


Cerita ini adalah kisah perjalanan ku dengan rekan kerja ke Jakarta dalam rangka Konsultasi Tentang Vertikalisasi Lembaga Badan Narkotika Nasional di Daerah dan kami mewakili Kota Binjai.

Dimulai pada tanggal 18 Oktober 2001 tepat pada pukul 17.45, kami bertemu di Bandara Polonia Medan untuk check in keberangkatan. Karena adanya keterlambatan akhirnya pesawat take off pukul 19.45.
[Ngomong-ngomong ne pertama kalinya diriku naik pesawat. hehehehe. Sebenarnya kedua kali tetapi yang pertama dulu naik pesawat AURI Herlecus eh... Hercules tahun 2003].

Kami tiba di Bandara Soeta pukul 21.45 dan langsung aja cari bus. Untung ada bang Harry yang pernah lama tinggal di Jakarta dan sekaligus mertuanya tinggal di Jakarta, jadi kami nggak kesulitan untuk mencari penginapan. Akhirnya kami tiba di hotel didaerah Cempaka Putih hampir pukul 23 lah. Langsung check in.
Saat itu kami dah pada laper. Setelah selesai membereskan perlengkapan kami pergi cari makan malam.
Aku makan nasi soto... wuih ternyata sotonya garam semua.... asiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin kali coy.

Keeseokan harinya kami berangkat menuju Kantor Badan Narkotika Nasional di Cawang. Yah... setelah bertemu dengan orang yang tepat dan konsultasi selesai, kami balik lagi kehotel untuk check out. Eh... waktu mau masuk kamar, nggak bisa dibuka tu pintu ternyata waktu kami di hotel itu dah habis hehehehe. Langsung aja kami berangkat kerumah mertuanya bang Hary. Aku sih nggak tahu daerah mana tapi mereka bilang Kampung Ambon. Setelah makan siang dan ngobrol dengan keluarga bang Hary, aku dan pak Simanjuntak pergi kerumah familynya yang nggak jauh dari Kampung Ambon itu untuk silaturahmi. Setelah selesai kami bertiga berangkat ke BOGOR.

Kami tiba di Bogor kira-kira pukul 18 lewat sekian menit. Ini baru sama-sama buta lokasi semua. Ya sudah kami jalani aja sambil cari-cari penginapan. Karena perutpun udah keroncongan, kami masuk warung, dan bang Hary sholat, kebetulan dekat dengan mesjid. Oh.. akhirnya aku ingat ada senior waktu SMA,  yang sekarang tinggal di Bogor. Langsung aja ku telp. dan ternyata dia bilang akan menjemput kami. Betapa leganya perasaan ini. Tapi ketika kami makan, ada ibu-ibu yang merekomendasikan tempat penginapan yang murah dan bersih. Kamipun senang mendengarnya sambil senyum sumringah.

Akhirnya sang senior tiba dan kami langsung diantarkan mencari penginapan tentunya bukan yang direkomendasikan oleh si ibu tadi.. Penginapan dapat, check in selesai kami langsung diajak keliling kota Bogor dan kami berhenti disebuah warung tenda. Eh.. ternyata makan lagi. Makanan dipesan dan siap untuk disantap. Eh... lagi-lagi makanannya asiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin sekali. Sial kalipun dapet makanan yang asin terus (dlm hati).

Setelah selesai kami kembali ke penginapan, tetapi aku tidak ikut dipenginapan melainkan dirumah senior tadi. Sambil jalan menuju rumahnya, aku ceritakan tentang rekomendasi ibu di warung nasi itu. Ternyata penginapan yang ditawarkan adalah penginapan yang biasa dipakai untuk *************** yah pasti kalian sudah ngertilah. Untung saja nggak jadi.

Ingin berlama-lama tinggal di Bogor temu kangen ama senior dan kawan-kawan yang merantau kesana, tapi apa mau dikata tiket terlanjur dibeli dan harus pulang kembali ke Medan. Tanggal 20 waktu untuk pulang ke Medan, kami diantar oleh senior ku ke terminal bus menuju bandara Soeta. Sampai di bandara, kami masuk kerumah makan untuk mengganjal perut selama perjalanan. Akhirnya aku dan Pak Simanjuntak check in, tetapi bang Hary masih tinggal di Jakarta untuk temu kangen dengan keluarga. Akhirnya kami berpisah disini.

Lagi-lagijadwal penerbangan mengalami keterlambatan, walaupun tidak terlalu lama. Tapi lamanya terasa juga karena kami check in terlalu cepat.

Pukul 18.15 pesawat take off, dan kamipin dalam perjalan menuju medan. Selama didalam pesawat banyak nasehat dari Pak Simanjuntak yang selain sebagai atasan dikantor sudah saya anggap sekaligus sebagai orang tua saya.
Tapi ada sesuatu yang aneh didalam pesawat. Coba bayangkan didalam peswat ada lalat. Jadi teringat waktu sering nyasar klo naik gunung. Ku ceritakan kepada Pak Simanjuntak pengalam nyasar waktu naik gunung.

Aku                      : Bapak tahu kalo lalat itu juga memberikan kebaikan untuk kita.
Pak Simanjuntak : Ah... masa. Mana mungkin lalat memberi kebaikan.
Aku                      : Bagi kami yang hoby naik gunung dan sering nyasar, lalat itu memberi    
                              kebaikan Pak.VKarena jika kita dihutan dan ada lalat disekitar kita, itu     
                              berarti kita dekat dengan perkampungan pak.
Pak Simanjuntak : Jadi... ini gimana???

Akhirnya kami tertawa dan mengambil kesimpulan kalau posisi kami dekat dengan perkampungan karena ada si lalat.

Pukul 19.50 kami tiba di Polonia, dan langsung aja kami keluar karena Pak Simanjuntak telah ditunggu oleh anaknya. Setelah kami bertemu dengan anaknya, kami jalan bersama keluar dari bandara dan kamipun bersalaman dan berpisah.

Itulah perjalanan singkatku yang ku dapat melalui Badan Narkotika Kota Binjai. Walaupun sangat singkat tetapi sangat berarti buatku. Aku bisa jumpa dengan senior yang hampir 11 tahun nggak pernah ketemu. Aku bisa cerita dengan atasan layaknya bapak dan anak dan yang terpenting adalah pesan dari Pak Simanjuntak buatku dalam perjalanan karirku ke depan.

Terimakasih Pak P.Simanjuntak yang mengikiutsertakan saya dalam perjalanan ini dan terutama untuk pesan yang bapak sampaikan. Semoga dapat menjadi peta dalam perjalanan karir saya.
Terimakasih Bang Roy Tampubolon yang telah menerima kami dengan sukacita. Semoga yang abang harapkan dapat terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar